Minggu, 07 November 2021

Metode Tepat Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

 Karakter merupakan hal yang melekat dan akan menjadi perlakuan serta pemikiran yang melekat dalam diri seseorang. Karakter tidak muncul sendiri, meski ada pendapat yang menyatakan bahwa karakter terbentuk oleh keturunan atau genetik. Yang pasti, karakter akan selalu melekat dan susah dirubah. Maka, untuk membentuk karakter yang baik dibutuhkan berbagai macam cara yang harus dilakukan secara terus-menerus.

Definisi Karakter dan Hal yang Membentuk Karakter



Secara etimologis atau asal-usul kata, karakter yang asal katanya dari bahasa Inggris yaitu character dan dari bahasa Yunani yaitu charassein yang bermakna “to engrave”. Kata “to engrave” mempunyai arti mengukir, melukis, ataupun menggoreskan. Merupakan tatanan perilaku yang melandasi pikiran, sikap, serta tindakan yang dibawakan untuk menuju suatu sistem.

Sedangkan secara Arabiah, akhlak yang berarti tabiat atau kebiasaan baik memiliki kemiripan makna dengan karakter. Berdasarkan definisi-definisi tersebut, pendidikan karakter merupakan suatu usaha positif dalam menanamkan nilai-nilai yang baik berdasarkan dari agama, budaya, dan juga falsafah bangsa yang diterapkan sejak dari usia dini. Dengan tujuan, untuk membentuk karakter dengan membiasakan hal-hal yang baik sejak kecil.

Ajaran Islam pun menjelaskan mengenai hal-hal tersebut, yang juga terkandung pada dasar negara Indonesia yaitu pancasila yang berisi nilai-nilai kebangsaan. Lembaga pendidikan agama pun tidak luput dari sistem pendidikan nasional, yang dalam menjalankan tujuan pendidikannya harus berdasar pada satu kebijakan, termasuk pula dengan pendidikan karakter. Dengan begitu, pendidikan Islam dalam upaya mendidik karakter bangsa adalah sarana yang tepat.

Metode Pembentukan Karakter Anak

Di bawah ini, akan ada beberapa metode yang bisa diterapkan dalam pendidikan Madrasah Diniyah yang menjadi tempat strategis untuk menumbuhkan karakter pada anak.

1.      Model Tadzkirah (Peringatan)

2.      Menunjukkan Teladan

3.      Memberikan Bimbingan/Arahan

4.      Dorongan Semangat

5.      Zakiyah atau Sentuhan Batin (Kemurnian)

6.      Kontinuitas/Pembiasaan

7.      Mengingatkan

8.      Mengulang

Metode di atas bisa dilakukan setiap hari baik di luar jam pelajaran maupun di saat jam pelajaran. Kontinuitas sangat berpengaruh dalam menerapkan dan membiasakan pembentukan karakter ini, bukan saja hanya mempelajari melainkan juga diharuskan untuk menerapkan di kehidupan sehari-hari.

Penerapan tersebut sebaiknya selalu dipantau dan harus bekerja sama dengan pihak keluarga agar penerapan metode dapat berjalan maksimal. Dengan begitu anak menjadi mau bertindak atas keinginan sendiri itu nantinya dapat melekat, menyatu dengan hati, pikiran, ucapan dan perbuatan.

Jadi yang harus berkontribusi adalah semua warga sekolah atau Madrasah Diniyah dan semua pihak keluarga, yakni ustadz-uztadzah serta orang tua. Demikian informasi mengenai metode membentuk karakter anak sejak dini. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar