Tampilkan postingan dengan label Sejarah Madrasah Diniyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Madrasah Diniyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2021

Eksistensi Madrasah Diniyah Sejak Zaman Kolonial Hingga Sekarang

Madrasah Diniyah memiliki sejarah yang cukup panjang hingga bisa berdiri dengan banyak tiang di seluruh wilayah Indonesia. Dari yang pengikutnya hanya segelintir orang hingga bisa meluluskan puluhan, ratusan bahkan ribuan santri tiap tahunnya. Sebenarnya bagaimana perjalanan sejarah Madrasah Diniyah?

Sejarah Madrasah Diniyah

Awalnya, saat sebelum kemerdekaan Indonesia, yaitu zaman Hindia Belanda, madrasah diniyah hanya merupakan suatu kegiatan kajian Islam yang diselenggarakan di tempat-tempat ibadah seperti Masjid dan Langgar.

Madrasah Diniyah juga awalnya banyak diselenggarakan di Pondok Pesantren. Namun, semakin berkembangnya zaman, Madrasah Diniyah semakin menyebar luas. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan mengenai agama Islam pada masyarakat. Pada masa penjajahan, kegiatan ini diselenggarakan atas dukungan dari raja-raja yang berkuasa di wilayah setempat.

Sedangkan di masa setelah kemerdekaan Indonesia, pendidikan yang semakin diprioritaskan dan tumbuh berkembang itu juga menjadi faktor semakin dibutuhkannya Madrasah Diniyah. Sekolah-sekolah umum yang berkembang dipercaya belum memberikan pendidikan agama Islam yang memadai untuk peserta didiknya. Karena sekolah umum berfokus pada banyak pelajaran umum dan pelajaran agama Islam, para masyarakat merasa belum puas.

Madrasah Diniyah sendiri tadinya hanya mengajarkan pendidikan agama saja, namun ada juga yang ikut mengajarkan pelajaran umum. Maka dari itu, madrasah berkembang menjadi madrasah yang juga mengajarkan pelajaran umum, dan madrasah yang murni mengajarkan pengetahuan agama saja. Madrasah yang hanya mengajarkan pendidikan agama itulah yang disebut Madrasah Diniyah.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Madrasah Diniyah terbentuk secara perlahan seiring berjalannya waktu dari yang paling sederhana yaitu tempat ibadah, dan berkembang karena diakui berpengaruh dalam kehidupan menjadi lembaga yang memiliki bangunan sendiri dengan memegang kepercayaan dari masyarakat untuk mengajarkan ilmu agama sampai pada saat sekarang ini.

Madrasah Diniyah Menjadi Lembaga Pendidikan yang Tahan Banting

Potensi yang dimiliki Madrasah Diniyah adalah mampu menghadapi sepak terjang yang ada di lingkungan masyarakat. Jika ada kekurangan, Madrasah Diniyah akan mampu bertahan dan diharuskan untuk terus berkembang. Madrasah Diniyah juga memiliki kekuatan yang berbeda dari lembaga pendidikan formal, yang mana bisa memilih pola, pendekatan, bahkan sistem pembelajarannya. Pendekatannya bisa disesuaikan dengan kondisi dan tujuan yang akan dicapai dari pembelajaran, jadi Madrasah Diniyah akan lebih fleksibel dan mampu secara matang mentransfer ilmu pada peserta didiknya.

Karena Madrasah Diniyah ini adalah lembaga yang didirikan di tengah masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat, dengan ruang lingkup yang sempit itu kebanyakan Madrasah Diniyah justru berdiri di satu lingkungan yang tidak cukup memadahi. Lembaga Madrasah Diniyah ini yang didirikan secara swasta tanpa bantuan pemerintah harus mengakali masalah keuangan dan harus tetap berfokus pada tujuan awalnya.

Oleh karena itu, sebenarnya banyak Madrasah Diniyah yang kekurangan dan kesulitan untuk berkembang namun tetap diharuskan untuk berkembang demi menyejahterakan masyarakatnya. Resikonya adalah, Madrasah Diniyah tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan dan kekurangan sarana prasarana. Hal itu nantinya juga akan berdampak pada kualitas pengetahuan peserta didiknya.

Jadi, demikian informasi mengenai sejarah dan eksistensi Madrasah Diniyah. Semoga bermanfaat.